Langsung ke konten utama

Semangkuk Kekalahan dan Seteguk Derita

 Pagi ini cerah sekali. Seperti biasa aku bangun lebih awal karena ibu selalu ingin menghias rambutku dengan rapih dan cantik. Seperti anak Sekolah Dasar pada umumnya, aku pergi sekolaj dengan seragam merah putih dihari senin, hanya saja kali ini rambutku dikuncir dua dengan kepang. Tidak lupa juga dengan jepitan warna-warni.

Hari ini tugasku sangat mudah dan aku senangi, menjadi penggiring paduan suara, dengan gaya khas andalanku yang selalu di puji para guru. 

Hari hari berlalu, kelulusanpun tiba. Hal yang paling aku ingat adalah ketika pengumuman kelulusan keluar nilaiku tertinggi. Sudah tidak aneh, ya karena aku memang sering selalu di peringkat satu sejak masuk sekolah dasar.

Entahlah sedari kecil aku merasa harus sempurna, tidak boleh ada celah gagal. Hal yang di tanam orang tuaku adalah "karena aku anak tunggal jadi aku tidak punya siapa-siapa untu di andalkan". Begitulah kira-kira prinsipnya

Terus pola itu berulang. Memang usahaku tidak pernah sia-sia. Nilaiku selalu bagus, anak rajin, tidak buat masalah di sekolah. 

Sampai saat aku beranjak putih abu..


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Tulisan dan Si Penulis

Jam dinding berbunyi bising. Bisa saja ku hentikan. Apa waktu juga akan berhenti? Jelas tidak. Jemariku mengetik saat ini, membuat kata-kata yang kini kau baca. Selimut mengitari tubuhku. Bogor memang dingin, tapi pagi ini lebih dingin. Jika kau ingin tahu ini pukul berapa? 06.01. Yaps.. mungkin ketika kau baca jam tidak lagi menunjukan pukul yang sama. Mungkin kebanyakan dari kalian bertanya. "Mengapa melulu menulis tentang Rindu, Cinta dan hal menyedihkan lainnya?" Harus kalian ketahui. Aku tak melulu menulis tentang Rindu-Cinta. Kadang persahabatan. Kadang humanisme. Apa saja yang ku lihat akan ku tulis. Entah cara penyampaiannya bagaimana. Sebenarnya cara kalian memahami tulisan adalah cara pandang diri kalian. Kalian menilai tulisanku penuh Cinta. Bisa jadi kalian sedang jatuh cinta. Atau melihatnya dengan banyak Rindu. Mungkin kalian memang sedang merindu. Aku memang senang membuat kata dengan ribuan makna. Agar kalian menerka sendiri apa artinya....